Mencegah Hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Hipertensu berat, menahun dan tidak diobati , akan timbul gejala lain sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah, pandangan kabur karena ada kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.

Mengukur Tensi

Tekanan darah bervariasi secara alami . Bayi dan anak-anak tekanan darahnya lebih rendah dari orang dewasa. Tekanan darah lebih tinggi saat beraktivitas dan lebih rendah saat beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, paling tinggi di pagi hari dan paling rendah saat tidur malam.

Tekanan darah diukur setelah seseorang duduk atau berbaring selama 5 menit. Tekanan darah ada dua angka . Angka inggi diperoleh saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang rendah diperoleh  saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik , mislanya 120/80 mmHg. disebut darah tinggi jika tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih, atau keduanya. Diagnosa tidak dapat ditegakkan hanya dengan 1x pengukuran.

Jika pada pengukuran pertama memberikan hasil tinggi, tekanan darah diukur kembali dan kemudian diukur 2x pada dua hari berikutnya, untuk meyakinkan adanya hipertensi.

Dengan bertambahnya usia , tekanan darah cenderung naik. Tekanan sistolik meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang perlahan atua menurun drastis .

Mencegah Komplikasi

Setelah diagnosa hipertensi ditegakkan,dianjurkan melakukan pemeriksaan organ utama, terutama pembuluh darah, jantung, otak, mata dan ginjal, untuk mengetahui adanya komplikasi akibat hipertensi. Mata, retina selaput peka cahaya pad apermukaan bagian belakang mata, merupakan salah satunya bagian tubuh yang secara langsung bisa menunjukkan adanya efek hipertensi terhadap arterioral/ pembuluh darah kecil. Dengan anggapan bahwa perubahan yang terjadi diretina mirip dengan perubahan yang terjadi diretina, mirirp dengan perubahan yang terjadi dipembuluh darah lain dalam tubuh, seperti ginjal. Lewat derajat kerusakan retina, bisa ditentukan beratnya hipertensi

Jantung. Perubahan pada jnatung terutama pembesaran jantungm bisa ditemukan pada elektrokardiografi (RKG) dan foto rontgent dada. Bunyi jantung yang abnormal disebut bunyi jantung keempat, bisa didengar melalui stetoskop dan merupakan perubahan jantung paling awal yang terjadi akibat tekanan darah tinggi.

Ginjal . Kerusakan ginjal akibat hipertensi dapat dideteksi melalui stetoskop yang ditempelkan di perut untuk mendengarkan adanya bruit, suara yang terjadi akibat karena darah mengalir melalui arteri menuju ginjal, yang mengalami penyempitan. Menurut studi kadar kreatinin yang tinggi,  yaitu 8 kali lebih tinggi dari normal, umumnya ditemukan pada para pengidap hipertensi.

Otak. Komplikasi hipertensi berat pada otak dapat menyebabkan penurunan kesadaran bahkan koma, karena terjadi pembengkakan otak. Deteksi dapat dilakukan denhan CT Scan kepala.

 


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cara Mengatasi Hipertensi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>